HUJAN TERUS MENGGUYUR KABUPATEN SERANG, SEJUMLAH WILAYAH TERENDAM BANJIR

Kabupaten Serang dilanda hujan terus-menerus, dan beberapa wilayah terkena banjir.

Hingga hari ini, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih mengguyur wilayah Kabupaten Serang dan sekitarnya. Sejak beberapa hari terakhir, hujan telah menyebabkan genangan air dan banjir di beberapa kecamatan. Ini terutama terjadi di daerah dataran rendah dan daerah dengan sistem drainase yang terbatas.

Di lapangan, hujan turun dengan rata-rata dari pagi hingga siang hari. Dengan hujan dan mendung, aktivitas masyarakat terganggu, terutama di bidang transportasi dan permukiman. Tergenang air memperlambat arus lalu lintas di beberapa jalan utama.

Di beberapa daerah di Kabupaten Serang, termasuk Kecamatan Baros, Cikande, Ciruas, Kramatwatu, dan Padarincang, terjadi banjir. Air mencapai ketinggian 10–40 sentimeter dan merendam rumah, halaman permukiman, dan fasilitas umum. Di kawasan industri Cikande, saluran drainase tidak dapat menampung debit air hujan yang besar. Akibatnya, genangan air sempat masuk ke area pabrik dan akses jalan.

Namun, penyebab utama banjir di daerah Baros dan sekitarnya adalah luapan sungai dan saluran air yang tersumbat. Orang-orang harus membawa barang berharga mereka ke tempat yang lebih tinggi untuk menghindari terendam air. Hingga saat ini belum ada laporan korban jiwa, tetapi diperkirakan ada kerugian material yang signifikan.

Di lokasi terdampak, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang terus memantau dan bekerja sama dengan pemerintah kecamatan dan desa. Karena curah hujan masih tinggi dan cuaca belum sepenuhnya membaik, masyarakat diminta untuk tetap waspada terhadap kemungkinan banjir berikutnya.

Hingga saat ini, hujan masih turun di beberapa area di Kabupaten Serang, dan genangan belum surut sepenuhnya di beberapa tempat.

Sumber:

  1. Prakiraan cuaca untuk wilayah Banten dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG)
  2. Laporan dan pemantauan banjir oleh BPBD Kabupaten Serang
  3. Laporan masyarakat dan hasil pantauan lapangan

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *